Quarter Life Crisis? Kenali dan Atasi dengan Bantuan Profesional
Diunggah oleh Admin SK pada 25 Apr 2025
Menginjak usia 20 hingga awal 30-an adalah fase hidup yang penuh perubahan dan tantangan. Namun, bagi sebagian orang, masa ini bukan hanya soal eksplorasi dan pencapaian, melainkan juga krisis identitas dan kebingungan arah hidup. Inilah yang dikenal sebagai quarter life crisis.
Fenomena ini semakin sering dibicarakan di era modern, terutama di kalangan milenial dan Gen Z yang tengah menghadapi tekanan sosial, ekonomi, dan ekspektasi diri. Artikel ini akan membantu Anda mengenali tanda-tanda quarter life crisis serta bagaimana cara mengatasinya, termasuk pentingnya peran bantuan profesional.
Apa Itu Quarter Life Crisis?
Quarter life crisis adalah kondisi emosional dan psikologis yang dialami individu berusia 20–30 tahun ketika mereka merasa bingung, tertekan, atau kehilangan arah dalam hidup. Kondisi ini biasanya muncul akibat tekanan terhadap pencapaian hidup, pekerjaan, hubungan, hingga tujuan jangka panjang.
Menurut survei LinkedIn tahun 2017, 75% profesional usia 25–33 tahun pernah mengalami quarter life crisis, dan mayoritas mengaku penyebabnya adalah kebingungan karier dan tekanan sosial untuk "sukses" lebih cepat.
Tanda-Tanda Anda Mengalami Quarter Life Crisis
Jika Anda merasa mengalami salah satu atau beberapa dari hal berikut, bisa jadi Anda sedang berada dalam fase quarter life crisis:
- Merasa Bingung tentang Karier atau Masa Depan
Anda mempertanyakan apakah jalur yang dipilih saat ini benar atau tidak. Sering muncul rasa "salah jurusan" atau keinginan untuk banting setir.
- Merasa Tertinggal dari Teman Sebaya
Saat melihat pencapaian orang lain di media sosial, Anda merasa tertinggal atau kurang berprestasi.
- Kecemasan Akan Hubungan dan Komitmen
Tidak yakin dengan hubungan saat ini atau merasa tertekan untuk segera menikah dan berkeluarga.
- Penurunan Motivasi dan Kesehatan Mental
Anda mulai merasa lelah, stres, cemas, atau bahkan mengalami gejala depresi ringan.
- Kehilangan Minat terhadap Hal yang Dulu Disukai
Aktivitas yang dulu menyenangkan kini terasa hambar atau membosankan.
Mengapa Quarter Life Crisis Bisa Terjadi?
Beberapa faktor yang memicu kondisi ini antara lain:
- Tekanan sosial dan budaya: Ekspektasi bahwa “seharusnya” sudah sukses di usia tertentu.
- Media sosial: Membandingkan diri dengan pencapaian orang lain secara konstan.
- Transisi kehidupan: Lulus kuliah, mencari pekerjaan, pindah kota, atau mengakhiri hubungan.
- Kebingungan identitas: Belum menemukan jati diri dan nilai-nilai hidup pribadi.
Cara Mengatasi Quarter Life Crisis
1. Sadari dan Terima Kondisi Ini
Langkah pertama adalah menyadari bahwa quarter life crisis bukan tanda kegagalan, melainkan bagian dari proses bertumbuh.
2. Evaluasi Tujuan dan Nilai Pribadi
Luangkan waktu untuk meninjau ulang apa yang sebenarnya penting bagi Anda, bukan sekadar ikut-ikutan standar kesuksesan orang lain.
3. Kurangi Membandingkan Diri
Ingatlah bahwa setiap orang punya waktu dan jalan masing-masing. Apa yang terlihat “sukses” di luar belum tentu bahagia di dalam.
4. Bangun Kebiasaan Sehat
Olahraga ringan, makan bergizi, cukup tidur, dan waktu istirahat bisa membantu menyeimbangkan emosi dan energi.
5. Bicaralah dengan Orang yang Dipercaya
Curhat pada teman dekat, mentor, atau keluarga bisa membantu meredakan tekanan dan membuka perspektif baru.
6. Pertimbangkan Bantuan Profesional
Jika perasaan bingung atau cemas tak kunjung reda, bertemu dengan psikolog atau konselor bisa menjadi solusi terbaik. Profesional dapat membantu Anda menggali akar masalah, mengenal diri, serta merancang langkah konkret ke depan.
Peran Penting Bantuan Profesional
Konseling atau terapi bukan hanya untuk orang dengan gangguan mental berat. Justru, banyak orang yang mengalami krisis seperti ini berhasil menemukan arah hidup setelah menjalani sesi coaching atau terapi singkat. Pendekatan profesional dapat berupa:
- Terapi kognitif-perilaku (CBT)
- Konseling karier
- Psikotes minat dan bakat
- Coaching pengembangan diri
Platform seperti Halodoc, Riliv, dan layanan konseling universitas juga bisa menjadi titik awal yang terjangkau.
Quarter life crisis bukanlah akhir dunia, tapi bisa menjadi titik balik untuk pertumbuhan diri. Dengan mengenali tanda-tandanya, membangun kesadaran diri, serta tidak ragu mencari bantuan profesional, Anda bisa melewati masa ini dengan lebih bijak dan kuat.
Ingat, perjalanan hidup bukan lomba. Tidak apa-apa mengambil jeda untuk mengenali diri sendiri. Justru, dari krisis inilah, banyak orang akhirnya menemukan makna hidup yang sesungguhnya.
Hormat kami,
Salam sakti,
Biro Konsultan Psikologi Waskita
More info!
0822-4216-6729
Jl. Monumen 45 No. 12, Setabelan, Banjarsari, Surakarta
