Fenomena Quiet Quitting dan Great Resignation: Peran Psikotes dalam Mencegahnya
Diunggah oleh Admin SK pada 09 Apr 2025
Dalam beberapa tahun terakhir, dunia kerja dihadapkan pada dua fenomena besar yang cukup mengkhawatirkan: Quiet Quitting dan Great Resignation. Kedua tren ini merefleksikan perubahan besar dalam pola pikir dan sikap para pekerja terhadap pekerjaan, keseimbangan hidup, serta ekspektasi terhadap lingkungan kerja.
Perusahaan yang tidak cepat beradaptasi bisa kehilangan talenta terbaik dan menghadapi tingkat turnover yang tinggi. Salah satu pendekatan strategis yang mulai dilirik untuk mencegahnya adalah penggunaan psikotes dalam proses rekrutmen dan pengembangan karyawan.
Apa Itu Quiet Quitting dan Great Resignation?
1. Quiet Quitting: Bekerja Sekadarnya
Istilah ini merujuk pada perilaku karyawan yang tidak secara resmi mengundurkan diri, namun berhenti terlibat secara emosional dan psikologis dalam pekerjaannya. Mereka hanya melakukan tugas minimal sesuai deskripsi pekerjaan tanpa keinginan untuk melakukan lebih. Motivasi menurun, keterlibatan rendah, dan loyalitas merosot itulah ciri khas quiet quitting.
Data Menarik: Berdasarkan survei Gallup (2022), hanya 32% karyawan di seluruh dunia yang merasa "engaged" dengan pekerjaannya, sedangkan sisanya mengalami disengagement atau bahkan actively disengaged.
2. Great Resignation: Gelombang Pengunduran Diri Massal
Fenomena ini terjadi saat jutaan pekerja mengundurkan diri secara sukarela karena berbagai alasan, seperti burnout, kurangnya penghargaan, atau keinginan mengejar kualitas hidup yang lebih baik. Tren ini pertama kali mencuat di Amerika Serikat pada masa pandemi dan menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Akar Permasalahan: Ketidaksesuaian antara Individu dan Pekerjaan
Baik quiet quitting maupun great resignation sering kali disebabkan oleh ketidaksesuaian antara karakteristik individu dengan tuntutan pekerjaan atau budaya organisasi. Ketika seseorang ditempatkan di posisi yang tidak sesuai dengan minat, kepribadian, atau gaya kerja mereka, risiko frustrasi, stres, dan keinginan untuk keluar menjadi lebih tinggi.
Di Sini Psikotes Berperan Penting
1. Menyesuaikan Pekerjaan dengan Kepribadian
Psikotes mampu memetakan karakteristik psikologis seseorang, seperti:
- Tipe kepribadian (introvert/ekstrovert)
- Gaya bekerja (terstruktur vs fleksibel)
- Motivasi dan nilai kerja
- Kecocokan budaya organisasi
Dengan data ini, perusahaan dapat menempatkan karyawan pada posisi yang lebih selaras dengan potensi dan preferensi mereka, sehingga meningkatkan engagement dan kepuasan kerja.
2. Mengidentifikasi Potensi Burnout Lebih Awal
Psikotes juga dapat mendeteksi indikator kecemasan, stres, atau kejenuhan kerja sejak awal. Hal ini memungkinkan HR dan atasan untuk melakukan intervensi lebih dini, seperti coaching, rotasi kerja, atau program kesejahteraan mental.
3. Menyusun Strategi Retensi yang Lebih Akurat
Melalui psikotes, perusahaan dapat memahami kebutuhan psikologis karyawan secara lebih mendalam. Misalnya, karyawan dengan nilai tinggi pada aspek growth atau autonomy akan lebih termotivasi jika diberi kesempatan pengembangan dan otonomi dalam bekerja.
Contoh Implementasi Sukses
Sebuah perusahaan retail besar di Indonesia melaporkan penurunan turnover hingga 25% dalam satu tahun setelah mengintegrasikan psikotes dalam proses rekrutmen dan program pengembangan SDM. Mereka menggunakan tes kepribadian, motivasi kerja, dan tes potensi kepemimpinan untuk memastikan setiap karyawan ditempatkan sesuai kekuatannya.
Kesimpulan: Investasi Psikotes adalah Investasi Kesehatan Organisasi
Quiet quitting dan great resignation bukan sekadar tren, tetapi gejala dari ketidakselarasan antara individu dan sistem kerja. Psikotes hadir sebagai alat bantu objektif untuk menjembatani kesenjangan tersebut, menciptakan ekosistem kerja yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Ingin tahu apakah tim Anda bekerja dengan sepenuh hati? Konsultasikan kebutuhan asesmen psikologis dan psikotes profesional bersama kami untuk solusi rekrutmen dan pengembangan SDM yang tepat sasaran.
Hormat kami,
Salam sakti,
Biro Konsultan Psikologi Waskita
More info!
0822-4216-6729
Jl. Monumen 45 No. 12, Setabelan, Banjarsari, Surakarta
